Bank Sentral Brasil Memperketat Pengawasan Terhadap Taruhan Gelap
Belakangan ini, Bank Sentral Brasil meningkatkan pengawasan dalam upaya membendung praktik perjudian ilegal, setelah Tribunal de Contas da União (TCU) memperingatkan lemahnya kontrol pada aktivitas taruhan olahraga dan permainan daring tanpa lisensi. Langkah ini melibatkan pemantauan ketat terhadap transaksi finansial untuk mengidentifikasi platform tanpa izin operasional.
Peraturan baru yang dikeluarkan oleh Bank Sentral, dikenal sebagai Resolusi Bank Sentral No 569, bertujuan meningkatkan analisis risiko terkait penipuan dan mendeteksi transaksi yang melibatkan perjudian ilegal dari entitas tak berlisensi. Inisiatif ini sejalan dengan sorotan TCU mengenai perlunya kontrol yang lebih baik atas aktivitas taruhan ilegal. Berdasarkan laporan audit dari TCU, sektor taruhan ilegal menguasai sekitar 41% hingga 51% dari total industri, dengan angka transaksi ilegal mencapai 26 hingga 40 miliar real setiap tahun.
Pembaruan resolusi ini bermaksud memperluas jangkauan pemantauan oleh Bank Sentral. Dokumen tersebut memperkenalkan artikel baru terkait taruhan: Art. 1A – Data yang wajib dibagikan dan informasi indikasi penipuan harus mencakup bukti individu atau badan hukum yang bertindak sebagai pelaksana taruhan tanpa izin, seperti yang dirujuk dalam Art. 24-A, poin I, dari Undang-Undang No. 14,790, tertanggal 29 Desember 2023. Institusi keuangan harus menerapkan sistem pemantauan dan berbagi data paling lambat 30 November 2026.
Mulai 1 Desember, mereka wajib melaporkan transaksi yang berkaitan dengan akun yang dicurigai terhubung dengan aktivitas taruhan ilegal. Lembaga keuangan harus mengidentifikasi pemain yang melakukan taruhan di situs yang menyalahi aturan hukum. Para petaruh dan perusahaan yang mengolah pembayaran akan dikenai pantauan sistem. Proses ini akan menggunakan Fraud Marker, sistem yang sama untuk mencatat penipuan melalui Pix.
Pada 19 Mei, TCU menyetujui laporan dari Menteri Jorge Oliveira yang menyorot kelemahan pengawasan pemerintah pada perusahaan taruhan. Menteri mengungkapkan tantangan di sektor ini yang diakibatkan oleh aktivitas operator ilegal. Laporan tersebut menekankan risiko pencucian uang, manipulasi pertandingan, dan penghindaran pajak. Dokumen ini mengusulkan langkah-langkah untuk meningkatkan usaha pemerintah dalam melawan taruhan ilegal, termasuk rekomendasi kepada Bank Sentral untuk menyiapkan prosedur menghentikan transaksi terkait taruhan ilegal.